Tuesday, June 10, 2008

MANTAN PENDETA: MEDIA MASIH DOYAN DISTORSI ISLAM

Yusuf Estes, mantan pendeta asal Amerika Serikat (AS) yang memeluk Islam sejak 1991, mengatakan, distorsi informasi tentang Islam masih dijumpai dalam pemberitaan suratkabar dan televisi dunia sehingga media seperti ini tidak bisa dijadikan sandaran untuk memahami agama samawi ini.

"Apa yang tepat untuk dilakukan adalah mendapat pengetahuan yang benar tentang Islam dengan cara belajar," katanya di depan ratusan warga dari berbagai bangsa dan agama yang menghadiri ceramahnya tentang Islam di auditorium Universitas Griffith (GU) Kampus Nathan, Brisbane, Selasa.

Yusuf Estes mengatakan, masih banyak kebohongan ditemukan dalam berita-berita suratkabar maupun televisi tentang Islam. Namun, mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang Islam yang sebenarnya kini terbantu oleh kehadiran berbagai situs Islam di internet.

Beberapa situs yang direkomendasi Yusuf Estes adalah http://shareislam.com/, http://www.hearislam.com/, dan http://chatislam.com/. "Anda bisa mendapatkan informasi yang benar tentang Islam dari situs-situs ini," katanya kepada ratusan orang yang mendengarkan ceramahnya.

Pemahaman bahasa Arab akan sangat membantu mereka yang ingin mengetahui Islam, kata mantan delegasi KTT Perdamaian PBB untuk Para Pemimpin Agama ini.

Kehadiran pendakwah Muslim yang lahir dan besar dalam keluarga Kristiani asal daerah Midwest AS di kampus Universitas Griffith ini merupakan bagian dari upayanya mengenalkan Islam yang damai kepada masyarakat Australia di Brisbane guna membangun pengertian yang benar dan lebih proporsional tentang agama ini.

Dalam ceramahnya, Yusuf Estes menjelaskan konsepsi dasar Islam, perbedaan persepsi Muslim dan Kristiani tentang Isa Almasih, konsepsi ketuhanan menurut Islam, orisinalitas Al Qur'an dan Injil, pengertian Tuhan dalam bahasa Inggris (God), "illah dan Allah dalam bahasa Arab.

Ia mengatakan, Islam merupakan agama yang memadukan unsur keyakinan (faith) dan bukti (proof).

Dalam sesi tanya-jawab, Yusuf Estes menerima sejumlah pertanyaan hadirin, termasuk tentang alasannya berpindah agama, dan apakah Islam mampu mengubah hidupnya.

Kehadiran Yusuf Estes di Brisbane didukung Organisasi Keislaman "Discover Islam Australia".

Pendakwah Islam asal AS ini memulai kegiatan dakwahnya Senin malam (9/6) di Masjid Lutwyche.

Selama di Brisbane, ia juga mengupas kilas balik perjalanan spiritualitas dirinya, bagaimana kehidupan Muslim di Dunia Barat, serta memberikan lokakarya tentang dakwah Islam di Masjid Kuraby, Holland Park, Darul Uloom dan Gold Coast.

Puncak kegiatan dakwah Yusuf Estes di Brisbane adalah ceramah umumnya tentang Islam kepada masyarakat non-Muslim Queensland di Aula Kota Brisbane, 22 Juni mendatang.

"Discover Islam Australia" (Temukan Islam Australia) adalah salah satu organisasi keislaman di Brisbane yang memiliki komitmen tinggi untuk mewujudkan perdamaian dan harmoni melalui pengenalan Islam yang benar kepada masyarakat Australia.

*) My updated news for ANTARA on June 10, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity