Wednesday, June 25, 2008

KONTROVERSI DI AUSTRALIA: MAHASISWA IKUT SUSUN MATERI UJIAN

Di Australia, penyusunan materi ujian tidak lagi monopoli kerja para dosen. Mahasiswa pun dilibatkan dalam pembuatan soal-soal ujian untuk mereka.

Kebijakan inilah yang kini diambil Sekolah Kedokteran Universitas Queensland (UQ) Australia melalui sebuah proyek senilai 30 ribu dolar Australia untuk meningkatkan kemampuan belajar para mahasiswa sekaligus mengurangi kecemasan mereka saat menghadapi ujian akhir tahun.

Suratkabar nasional "The Australian" edisi Rabu melaporkan, beberapa mahasiswa cerdas dan berprestasi di sekolah kedokteran UQ itu diminta menulis seperempat dari jumlah soal yang akan diujikan dalam di ujian akhir tahun mahasiswa kedokteran di salah satu dari delapan perguruan tinggi riset terkemuka Australia itu.

Kebijakan sekolah kedokteran ini menuai kritik akademisi UQ sendiri. Sejarawan UQ, Dr.Binoy Kampmark, menyebut kebijakan ini sebagai "metode ujian voodoo".

Kampmark seperti dikutip The Australian menuding bahwa para mahasiswa tidak lagi diajar tetapi justru mengajar untuk selanjutnya membiarkan mereka memberi nilai pada soal-soal ujian yang mereka buat sendiri.

Namun, Kepala Sekolah Kedokteran UQ, David Wilkinson, membela kebijakan ini dengan mengatakan, pihaknya ingin memastikan bahwa pihaknya meluluskan dokter junior terbaik yang akan melanjutkan peran formal mereka dalam mendidik para mahasiswa tingkat sarjananya.

Proyek yang didanai universitas itu didasarkan pada hasil observasi bahwa banyak mahasiswa kedokteran sangat khawatir dengan ujian mereka sehingga tidak fokus pada apa yang sepatutnya mereka pelajari, katanya.

Kelompok-kelompok studi mahasiswa akan mengkaji topik-topik seperti serangan jantung dan stroke. Kemudian mereka menerjemahkan topik-topik itu ke dalam bentuk soal ujian.

"Kami rasa cara ini akan membantu menstimulasi belajar mereka sekaligus kejelasan dalam menuliskan soal-soal ujian, serta mengurangi kecemasan mereka saat ujian," katanya.

UQ adalah salah satu anggota "Kelompok Delapan", yakni delapan perguruan tinggi riset papan atas di Australia.

Selain UQ, tujuh perguruan tinggi lain yang masuk "Kelompok Delapan" adalah Universitas Nasional Australia, Universitas Adelaide, Universitas Melbourne, Universitas New South Wales, Universitas Sydney, Universitas Monash, dan Universitas Australia Barat.

*) My news for ANTARA on June 25, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity