Tuesday, May 13, 2008

KOMUNITAS INDONESIA DI BRISBANE KUMPULKAN RP10,7 JUTA UNTUK YATIM PIATU

Perhimpunan Komunitas Muslim Indonesia di Brisbane (IISB) menghimpun dana publik senilai 1.262,35 dolar Australia (sekitar Rp10,7 juta) untuk membantu anak-anak putus sekolah dan yatim piatu di Tanah Air.

Dana publik itu berhasil dikumpulkan IISB melalui kegiatan pentas seni dan bazar makanan yang berlangsung di AHIMSA House, West End, Brisbane, 11 Mei lalu, demikian informasi yang diterima ANTARA dari pengurus IISB di Brisbane, Selasa.

Kegiatan pentas seni yang dihadiri seratusan orang itu antara lain diisi dengan pertunjukan tari, paduan suara, baca puisi, dan konser musik pop Indonesia dan Barat.

Di antara para pengunjung acara yang diawali dengan pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh Abdullah Hafidza Farhan (7) itu, tampak beberapa warga Australia, Tionghoa Malaysia, Singapura, dan India Muslim.
Acara pentas seni itu melibatkan anak-anak, mahasiswa, dan beberapa orang residen tetap Indonesia yang berdomisili di kota Brisbane dan sekitarnya, termasuk Sesepuh Masyarakat Indonesia di Queensland, Iman Partorejdo dan istri.

Iman Partoredjo tampil dengan biola dan kecapi tuanya untuk memeriahkan acara sekaligus menarik hati para pengunjung untuk ikut menyumbang bagi program sosial IISB bagi anak-anak dari keluarga miskin di Tanah Air.

Aksi mantan guru dan dosen bahasa Indonesia di Queensland itu berhasil mengumpulkan sedikitnya 265 dolar Australia dari "lelang lagu" kepada para pengunjung.

Presiden IISB, Dedi Muhammad Siddiq, mengatakan, acara pentas seni dan bazar makanan ini akan disalurkan bagi anak yatim dan anak-anak putus sekolah di Tanah Air.

Sejauh ini, IISB sudah memiliki 16 orang anak asuh yang tersebar di Yogyakarta, Malang, dan Manado.

*) My news for ANTARA on May 13, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity