Monday, April 7, 2008

INSIDEN LONDON KHAWATIRKAN PANITIA OBOR OLIMPIADE DI AUSTRALIA

Insiden bentrokan para demonstran pro-Tibet dengan aparat kepolisian di London, Minggu (6/4), karena berupaya memadamkan obor Olimpiade Beijing mengkhawatirkan pihak panitia arak-arakan obor Olimpiade di Canberra, Australia.

Untuk menghindari hal serupa, pihak panitia mungkin memperpendek rute arak-arakan obor di Canberra pada 24 April 2008, demikian ABC melaporkan, Senin.

Panitia arak-arakan obor Olimpiade Beijing untuk kota Canberra juga dilaporkan telah bekerja sama dengan Polisi Federal Australia (AFP) untuk merancang pengamanan rute.

Di mata pembawa obor Olimpiade di Canberra, Craig Wallace, warga masyarakat punya hak untuk melakukan protes tapi jangan sampai mengganggu arak-arakan.

Dalam insiden bentrokan di London itu, sebanyak 37 orang demonstran pro-Tibet ditangkap.

Sejak pecahnya protes warga Tibet terhadap kekuasaan China di Lasha yang berakhir dengan kematian sejumlah warga sipil beberapa waktu lalu, terjadi gelombang protes dari para pendukung kemerdekaan Tibet di Amerika, beberapa negara Eropa, dan Australia.

Bahkan, Presiden Perancis Nicolas Sarkozy menjadi pemimpin dunia pertama yang secara terbuka mengumumkan niatnya memboikot pembukaan Olimpiade Beijing itu.

Selain di Inggris, aksi mempermalukan pemerintah China sebelumnya dilancarkan anggota kelompok pro-Tibet mewarnai acara perjalanan obor Olimpiade Beijing di Athena (Yunani).
Pemerintah China mengecam keras setiap aksi protes yang mengganggu perjalanan obor api Olimpiade tersebut.

Sementara itu, Pemimpin Oposisi Australia Brendan Nelson sudah meminta Perdana Menteri Kevin Rudd untuk menghadiri Olimpiade Beijing Agustus mendatang.

"Seandainya agenda acara Rudd kosong, saya fikir dia harus datang," katanya.

Nelson mengatakan, para atlet Australia yang sudah berlatih keras berharap perdana menterinya bisa hadir dan menyaksikan langsung perjuangan mereka untuk Australia di perlehatan akbar olahraga dunia itu.

Sejauh ini PM Rudd belum memutuskan apakah ia akan hadir seandainya dia menerima undangan Olimpiade Beijing. Namun dia sudah menepis adanya pemboikotan negaranya atas pesta olahraga dunia itu akibat krisis Tibet.

Dalam pesta olahraga dunia, Australia dikenal sebagai salah satu negara yang handal dalam cabang renang, sepeda, dan dayung.

*) My news for ANTARA on April 7, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity