Australia mutlak perlu memiliki lebih banyak generasi muda yang belajar dan bisa berbahasa asing, khususnya bahasa-bahasa Asia seperti bahasa Indonesia, China, Jepang, dan Korea, kata Menteri Luar Negeri Stephen Smith.Dalam wawancara khususnya dengan TV ABC 2, Senin, tentang hasil Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) 2020, Menlu Smith mengatakan, keharusan bagi Australia untuk bisa lebih baik menguasai bahasa-bahasa asing itu merupakan pandangan yang sangat kuat dalam KTT.
"Hal ini mesti kita lakukan untuk bisa terlibat di kawasan," katanya.
Masalah pentingnya kemampuan berbahasa asing, khususnya bahasa-bahasa Asia, itu sempat disinggung dalam sesi KTT tentang "Masa Depan Australia di Dunia -- Masa Depan Keamanan dan Kemakmuran Australia di Kawasan dan Dunia yang Berubah dengan Cepat".
Menlu Smith mengatakan, ia optimis Australia bisa menjadi warga dunia yang baik dan tampil sebagai "pemain yang efektif" dalam merespons berbagai persoalan global.
"Australia bisa melakukan lebih banyak hal dan lebih baik sebagai bangsa," katanya.
Pernyataan Menlu Smith tentang pentingnya Australia memiliki lebih banyak generasi yang mempelajari dan menguasai bahasa-bahasa Asia itu merupakan penegasan kembali dari apa yang ia telah sampaikan pada acara "Meet the Press" tentang KTT 2020 Minggu (20/4).
Pada acara "Meet the Press" itu, Menlu Smith mengatakan bahwa masalah keharusan bagi setiap siswa Australia untuk belajar satu bahasa asing merupakan ide besar yang muncul dalam KTT 2020.
Keterampilan berbahasa itu, katanya, sangat penting bagi kemampuan Australia bergaul secara efektif dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
"Bagi saya adanya dorongan kuat untuk (mempelajari dan menguasai) bahasa-bahasa asing, khususnya Asia, merupakan hal yang sangat penting bagi kita dalam menjalankan hubungan internasional, kebijakan luar negeri dan posisi kita di kawasan," katanya.
Karenanya, memiliki kemampuan dan keterampilan berbahasa, serta sensitifitas pada budaya yang berkembang di kawasan sangat penting bagi Australia, katanya.
Diplomasi
Menurut dia, penguasaan bahasa China, Indonesia, maupun bahasa-bahasa Eropa tidak hanya akan sangat membantu Australia dalam menjalankan hubungan luar negeri dan diplomasinya tetapi juga akan sangat membantu para generasi muda negara ini.
"Mempelajari bahasa asing juga akan membantu anak-anak kita karena dari perspektif kependidikan, ternyata jika Anda mempelajari satu bahasa asing, apapun bahasa itu, maka bahasa tersebut akan membantu Anda dalam pencapaian belajar Anda," katanya.
Dalam sesi KTT 2020 yang diketuai Menlu Smith bersama Pakar Hubungan Internasional dan Direktur Institut Asia Universitas Griffith, Prof. Michael Wesley itu, meningkatkan pemahamanan Australia tentang Asia dan budaya Asia menjadi prioritas penting.
Dalam KTT 2020 dua hari di Gedung Parlemen Canberra yang berakhir Minggu sore itu, sekitar seribu orang warga Australia berkesempatan ikut menentukan strategi jangka panjang pembangunan masa depan negara mereka.
Masalah masa depan keamanan dan kemakmuran Australia di tengah kawasan Asia Pasifik dan dunia yang berubah cepat hanyalah salah satu dari 10 topik bahasan di KTT tersebut.
Beberapa isu lainnya adalah agenda produktivitas yang meliputi isu pendidikan, keahlian/keterampilan, pelatihan, sains dan inovasi; serta masa depan ekonomi Australia.
Isu Republik yang pernah muncul di era pemerintahan Perdana Menteri Paul Keating (Partai Buruh) kembali menyeruak dalam KTT dua hari di Parlemen Australia Canberra yang berakhir Minggu sore itu.
Australia yang kini berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa adalah negara industri maju yang bertetangga langsung dengan Indonesia dan Timor Leste.
*) My updated news for ANTARA on April 21, 2008

1 comment:
Tulisan artikel di blog Anda bagus-bagus. Agar lebih bermanfaat lagi, Anda bisa lebih mempromosikan dan mempopulerkan artikel Anda di infoGue.com ke semua pembaca di seluruh Indonesia. Salam Blogger!
http://www.infogue.com/
http://www.infogue.com/masalah_politik/australia_ingin_lebih_banyak_generasi_mudanya_bisa_berbahasa_indonesia/
Post a Comment