Saturday, March 8, 2008

HARI RAYA NYEPI JUGA HADIR DI GOLD COAST AUSTRALIA

Masyarakat Bali di Brisbane dan Gold Coast, Australia, merayakan hari raya Nyepi di Community Hall, Paradise Point, Gold Coast, Sabtu.

Perayaan yang diikuti sekitar 200 warga Bali dan Australia itu berlangsung khidmat sekaligus meriah, kata I Nyoman Darma Putra, PhD kepada ANTARA seusai mengikuti acara itu, Sabtu petang.

Warga Bali yang mengajar Bahasa Indonesia di Universitas Queensland ini mengatakan, perayaan Nyepi itu diisi dengan prosesi ke pantai Paradise Point, mengusung barong dan rangda, dan diikuti sejumlah penari.

Sesampainya di pantai, masyarakat Bali menggelar tari pendet dan barong. Acara dilanjutkan dengan persembahyangan bersama dipimpin oleh pemangku Made Sukartini.

Puncak acara dimeriahkan dengan tari kecak dengan lakon Ramayana dan diiringi kelompok penabuh gamelan Bali dari Giri Jaya, Toowoomba.

Sekitar 15 penari kecak dan enam penari lakon tampil menghibur masyarakat. Mereka adalah warga Bali yang menetap atau mahasiswa yang sedang melanjutkan studi di Brisbane, kata Darma.

Pengamat masalah sastra, kebudayaan dan kepariwisataan Bali itu lebih lanjut mengatakan, wakil Konjen RI Sydney turut hadir dalam acara yang mendapat apresiasi dari pejabat Gold Coast City itu.

Konsul Siuaji Raja yang mewakil Konjen RI Sydney dalam sambutannya memberikan apresiasi baik kepada warga Bali atas perayaan hari Nyepi.

Dia mendorong masyarakat Indonesia lainnya untuk terus mempromosikan budaya Nusantara di Australia.

"Nusantara kita kaya, bersifat Bhinneka Tunggal Ika. Ini perlu dipromosikan terus di Australia," katanya seperti dikutip Darma.

Siuaji juga mendorong masyarakat untuk secara aktif berinteraksi dengan masyarakat Australia lewat kegiatan seni budaya sehingga hubungan kedua bangsa menjadi semakin akrab, katanya.

Sementara itu, Gold Coast City Councillor for Division 3, Grant Pfrorr, memberikan pujian kepada masyarakat Bali atas aktivitasnya melaksanakan festival budaya.

"Bali termasuk rajin, dua tahun lalu saya mengikuti festival Bali sampai tuntas," kata Grant Pfrorr.

Darma mengatakan, perayaan hari raya Nyepi di Gold Coast yang dikenal luas dunia pariwisata mancanegara sebagai daerah tujuan wisata pantai utama di Australia ini dilaksanakan setiap tahun.

"Koordinator perayaan Nyepi di Gold Coast, Nyoman Suma, mengatakan hari raya Nyepi dirayakan setiap tahun Gold Coast. Dalam setiap perayaan pihaknya selalu menampilkan kesenian Bali sebagai hiburan," katanya.

"Biasanya kami menampilkan tari lepas, tapi tahun lalu khusus lomba joget, tahun ini tari kecak. Biar ada variasi, apalagi Bali kaya akan seni," kata Darma mengutip pernyataan pria asal Singaraja yang sudah lebih dari 15 tahun tinggal di Gold Coast itu.

Dalam acara itu, tari kecak juga sempat dipentaskan. Untuk pementasan kecak itu, Suma mengatakan, pihaknya bekerja keras untuk mengumpulkan warga Bali yang ada di Brisbane, Gold Coast dan sekitarnya.

"Saya melihat teman-teman semangat semua, tapi kesibukan sering menghalangi waktu latihan," kata Darma.

Kendati persiapan dan personil penari serba terbatas, kegiatan perayaan Nyepi atau tahun baru Saka 1930, dan tari kecak berlangsung lancar dan memikat.

Darma yang juga ikut sebagai penari kecak itu mengatakan, selain merupakan kegiatan seni agama, perayaan Nyepi di Gold Coast juga merupakan promosi pariwisata Bali bagi warga Australia.

"Kami kagum atas sambutan masyarakat Gold Coast atas perayaan Nyepi kemarin. Sambutan masyarakat Gold Coast membuat perayaan Nyepi kami semakin penuh arti," ujar penulis buku "Tourism, Development and Terrorism in Bali" (London, Ashgate 2007) itu.

*) disiarkan ANTARA pada 8 Maret 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity