Sunday, March 9, 2008

GEMPA KECIL GOYANG SELATAN NEW SOUTH WALES AUSTRALIA

Gempa berkekuatan 2,8 pada skala Richter, Minggu sore, menggoyang wilayah selatan negara bagian New South Wales (NSW) Australia namun tidak menimbulkan dampak negatif apapun.

Goyangan gempa kecil itu, menurut ABC, dirasakan banyak warga dalam radius 20 kilometer dari pusat gempa yang berjarak sekitar lima kilometer dari Yass.

Ahli gempa bumi senior "Geosciences Australia", Dr Phil Cummins, mengatakan, gempa berkekuatan 2,8 pada skala Richter yang terjadi sekitar lima kilometer baratdaya Yass itu tidak menimbulkan dampak apapun.

Australia setidaknya pernah mengalami 21 kali gempa berkekuatan antara 6,9 dan 4,3 pada skala Richter dari tahun 1892 hingga 1989. Daerah-daerah yang pernah dihantam gempa itu adalah Launceston (Tasmania), Beachport (Australia Selatan) dan Warooka (Australia Selatan).

Seterusnya, Warnambool (Victoria), Bundaberg dan Rockhampton (Queensland), Gayndah (Queensland), Meeberrie (Australia Barat), Robe (Australia Selatan), Dalton-Gunning (NSW), Adelaide (Australia Selatan), Berridale (NSW), Robertson-Bowral (NSW), Mackering (Australia Barat), Wilpena (Australia Selatan), Picton (NSW), Cadoux (Australia Barat), Lithgow (NSW), Tennant Creek (Northern Territory), dan Newcastle (NSW).

Di antara 21 kali gempa itu, gempa berkekuatan 5,6 pada skala Richter yang terjadi Newcastle tahun 1989 adalah yang terburuk dalam sejarah Australia karena bencana itu menewaskan 13 orang dan melukai 150 orang warga lainnya.

Selain itu, kerugian materi akibat gempa tersebut diperkirakan mencapai satu miliar dolar Australia. Sebelumnya, gempa yang menghantam wilayah Meckering Australia Barat tahun 1968 juga sempat melukai 16 orang.

Gempa berkekuatan 6,9 pada skala Richter itu juga menimbulkan kerugian materi sebesar 10 juta dolar Australia.

*) My news for ANTARA on March 9, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity