Saturday, March 1, 2008

DEDEH ERAWATI "TERCEPAT KEDUA" DI KEJUARAAN AUSTRALIA

Pelari putri Indonesia, Dedeh Erawati, berada di urutan kedua setelah Andrea Miller dari Selandia Baru dalam pertarungan nomor lari gawang 100 meter putri di Kejuaraan Australia (AC) ke-86 yang berakhir Sabtu (1/3) di Stadion Pusat Atletik dan Olahraga Queensland (QSAC),Nathan.

Dalam pertarungan hari Sabtu (1/3) yang diikuti sembilan orang pelari putri dari Australia, Jepang, Indonesia dan Selandia Baru itu, Dedeh mencatat waktu 13,72 detik sedangkan Andrea Miller 13,56 detik. Posisi ketiga ditempati Mami Ishino dari Jepang dengan catatan waktu 13,91 detik.

Informasi yang diperoleh ANTARA dari Staf Humas Panitia AC ke-86, Michael Cook, Minggu, menyebutkan, pada kejuaraan yang berlangsung tiga hari sejak 28 Februari itu, Indonesia menurunkan sebanyak 12 orang atlet, termasuk Pemecah Rekor SEA Games Thailand 2007 Suryo Agung Wibowo.

Cook mengatakan, selain Suryo dan Dedeh, para atlet Indonesia lain yang ikut dalam kejuaraan itu adalah Irene Truitje Joseph (atlet lari 100 meter putri), Franklin Buruni (100 meter putra), Muhammad Patoniah (100 meter putra), dan Abdul Razak (400 meter putra).

Seterusnya, Nurochman (pelari 400 meter putra), Zulkarnaen Purba (400 meter gawang putra), Achmad Sumarsono Sakeh (400 meter putra), Dwi Ratnawati (atlet lempar cakram putri), Rose Herlinda Inggrianna (atlet lempar martil putri), dan Rini Budiarti (pelari 1.500 meter putri), katanya.

AC ke-86 yang berlangsung di stadion berkapasitas 48.400 tempat duduk yang dulu bernama Stadion Elizabeth II dan Stadion ANZ itu merupakan ajang uji coba dan seleksi bagi para atlet Australia yang akan tampil di Olimpiade Beijing Agustus mendatang.

Pada pertandingan hari terakhir (1/3) itu, selain Dedeh, turut bertarung Rose Herlinda Inggrianna di lempar martil putri, serta Achmad Sumarsono dan Muhammad Patoniah di nomor 200 meter putra (preliminary).

Dalam lempar martil putri yang diikuti 13 orang atlet itu, Rose hanya mampu berada di urutan 10 dengan jauh lemparan 46,72 meter namun posisinya masih lebih baik dari Debbie McCaw (Selandia Baru), Jacqueline Emaa (Australia Barat), dan Ashleigh Mumberson (New South Wales).

Urutan pertama, kedua dan ketiga ditempati para atlet Australia, yakni Bronwyn Eagles (New South Wales) dengan lemparan 63,65 meter, Karyne Di Marco (NSW, 60,08 m), dan Gabrielle Neighbour (Victoria, 58,37 m).

Pada nomor 200 meter putra (preliminary), Indonesia menurunkan dua atlet larinya yang bertarung di "heat" tiga, yakni Achmad Sumarsono dan Muhammad Patoniah.

Keduanya hanya mampu berada di urutan kelima dan ketujuh dengan catatan waktu masing-masing 21,93 dan 22,62 detik.

Di "heat" tiga itu, pelari Selandia Baru, James Dolphin berada di urutan pertama dengan catatan waktu 21,24 detik, disusul Matt Davies (Queensland, Australia) 21,52, dan Benjamin Potter (Selandia Baru) 21,66 detik.

Suryo Agung Wibowo,pelari andalan Indonesia yang mengantongi dua medali emas dan satu perak di SEA Games Thailand 2007, sudah bertarung di hari pertama (28/2) pada nomor 100 meter putra. gagal meraih posisi pertama dengan catatan waktu terbaik 10.52 detik.

Pelari asal Jawa Tengah itu bertarung di "heat" 3 (preliminary) bersama tujuh orang pelari lainnya namun ia hanya mampu berada di urutan ketiga dengan catatan waktu 10,52 detik. Posisi pertama diraih Aaron Rouge-Serret (10.37) dan kedua Jacob Groth (10.49).

Namun catatan waktu Suryo itu masih lebih baik dibandingkan dengan dua pelari Indonesia lainnya yang juga turun di nomor yang sama, yakni Franklin Burumi dan Muhammad Patoniah. Keduanya masing-masing mencatat waktu 10.93 detik dan 10.86 detik.

Beberapa pelari berprestasi Australia yang ikut meramaikan kejuaraan atletik nasional sekaligus ajang ujicoba dan seleksi para atlet negara itu untuk tampil di Olimpiade Beijing 2008 adalah Craig Mottram, Scott Martin, Steve Hooker, Bronwyn Thompson, Tamsyn Lewis dan Matt Shirvington. Mereka itu merupakan juara di Pesta Olahraga Dunia dan Persemakmuran.

*) my news item for ANTARA on March 2, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity