Saturday, March 22, 2008

COKLAT "TELUR" DAN "EASTER BUNNY" MERIAHKAN PASKAH DI AUSTRALIA

Menjamurnya penjualan coklat berbentuk telur dan "kelinci Paskah" (Easter Bunny) dengan bungkus warna-warni di berbagai toko serba ada dan pusat perbelanjaan, seperti Coles, Woolworths dan K-Mart, memeriahkan libur panjang Paskah di Australia.

Hingga Sabtu atau hari kedua libur panjang Paskah yang dimulai dari hari Jumat Agung, produk coklat berbentuk telur dan "Easter Bunny" itu masih diburu konsumen Australia seperti disaksikan ANTARA di pusat perbelanjaan "Woolworths" di Mal Indooroopilly.

Coklat berbentuk telur dan kelinci itu tampaknya sudah menjadi ikon Paskah di Australia. Bahkan, sehari sebelum libur Jumat Agung, para siswa SD dan SLTA di Suburb Santa Lucia, Queensland, misalnya mendapat hadiah coklat dari sesama teman maupun pihak sekolah.

Sementara itu, dalam masa libur yang berlangsung hingga 24 Maret itu, banyak warga Australia mengisinya dengan berpelesiran ke luar kota atau sekadar makan bersama keluarga di "food court" dan restoran.

Mal Indooroopilly sepanjang Sabtu pagi hingga sore padat dengan pengunjung. Kafe, restoran, dan pusat kuliner (food court)-nya dipadati para orang tua bersama anak-anak mereka.

Namun bagi sekitar 200 orang Indonesia, hari Sabtu merupakan peluang mereka untuk mendapatkan pelayanan kekonsuleran dan keimigrasian langsung dari staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney.

Bertempat di sebuah ruang kuliah gedung B kampus Universitas Teknologi Queensland (QUT) yang berada tidak jauh dari pusat kota dengan panorama Sungai Brisbane, mereka yang ingin lapor diri atau pun memperpanjang masa berlaku paspor RI mereka mendapatkan pelayanan langsung dari pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat.

Sejak sekitar pukul 09.00 waktu Brisbane (atau pukul 06.00 WIB), puluhan orang sudah memadati ruang kuliah gedung B QUT itu untuk mendapatkan pelayanan langsung kekonsuleran dari Konsul bidang kekonsuleran KJRI Sydney, Edy Wardoyo.

Dengan sabar, mereka mengantri untuk menerima formulir dan nomor panggil dari beberapa aktivis Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Queensland.

Konsul Bidang Keimigrasian KJRI Sydney, Johnny Anwar Radjadin, yang ikut dalam pemberian pelayanan yang didukung PPIA Queensland itu mengatakan, antusiasme para warga Indonesia, khususnya mahasiswa, untuk melapor diri cukup tinggi.

"Sekitar 200 orang memanfaatkan pelayanan kita hari ini. Adanya lapor diri para warga kita itu memudahkan kita mendata termasuk untuk kepentingan Pemilu (2009). Sayangnya tidak ada kewajiban untuk lapor pulang selama ini," katanya.

Pemberian pelayanan langsung KJRI Sydney kepada para WNI yang berdomisili di Brisbane itu merupakan bagian dari kegiatan acara penyambutan mahasiswa baru PPIA Queensland.

Acara yang berlangsung bertepatan dengan hari kedua libur Paskah itu juga dihadiri Konsul Jenderal RI di Sydney, Sudaryomo Hartosudarmo.

Aktivis mahasiswa QUT, Yaso, mengatakan, mereka yang hadir dalam acara penyambutan yang berlangsung di gedung "lecture theatre" QUT itu turut dihibur oleh tim seni angklung dan tari Saman Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Universitas Queensland (UQISA).

Terkait dengan kondisi lalu lintas hingga hari kedua libur panjang Paskah di Australia, ABC mengutip laporan polisi menyebutkan setidaknya sudah delapan orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas di sejumlah negara bagian.

Dari delapan orang yang menemui ajal itu, masing-masing dua orang tewas dalam kecelakaan di Australia Barat dan Tasmania, sedangkan selebihnya tewas di Queensland, Australia Selatan, victoria, dan Northern Territory.

*) My news for ANTARA on March 22, 2008

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity