Perjuangan Australia untuk bisa menyabet satu kursi anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) untuk periode tahun 2013 dan 2014 tidaklah mudah namun Canberra akan memanfaatkan waktu sekitar empat tahun untuk berkampanye menjelang pemilihan tahun 2012.Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith dalam pernyataan persnya yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT), Senin.
Menlu Smith mengatakan, pemilihan tahun 2012 itu sangat berat namun Australia adalah negara yang tepat untuk bisa kembali duduk di DK-PBB setelah keanggotannya tahun 1985 dan 1986.
Ia mengatakan, Australia sangat tepat bisa bersuara di DK-PBB karena negaranya adalah salah satu dari 20 ekonomi terbesar di dunia dan tercatat sebagai negara demokratis, maju, dan makmur.
Sejauh ini, selain Australia, dua negara lain yang sudah menyatakan pencalonannya adalah Finlandia dan Luxembourg, katanya.
Ambisi Australia untuk bisa duduk di DK-PBB tahun 2013-2014 itu semula disampaikan Perdana Menteri Kevin Rudd di sela-sela kunjungannya di Amerika Serikat (AS).
Bahkan, menurut ABC, PM Rudd menggunakan sisa waktu kunjungannya di negara adidaya itu untuk melobi berbagai pihak guna mendapatkan dukungan.
Sejumlah pengamat memperkirakan biaya lobi Canberra untuk mendapatkan kursi DK-PBB itu bisa mencapai 35 juta dolar Australia.
Dalam rangkaian kegiatan kunjungannya ke AS dari 27 Maret hingga 1 April, PM Rudd telah pun bertemu Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon.
Sebelumnya ia telah pula bertemu Presiden George W.Bush dan sejumlah pejabat tinggi pemerintah AS guna membahas isu-isu keamanan dan ekonomi.
Menanggapi ambisi PM Rudd itu, Menlu bayangan kubu oposisi Australia, Andrew Robb mengatakan pihaknya mendukung PM Rudd untuk mendapatkan kursi di DK PBB itu karena ia menilai hal itu sebagai satu "keinginan yang sah".
Pemerintahan Howard sebelumnya pun pernah mengupayakan hal yang sama pada 1996-1997, katanya.
Sejauh ini, DK-PBB memiliki lima anggota tetap, yakni AS, Inggris, Perancis, Rusia, dan China. Selain itu, DK-PBB juga mempunyai sejumlah anggota tidak tetap.
Negara-negara yang menjadi anggota tidak tetap DK PBB saat ini adalah Indonesia, Afrika Selatan, Qatar, Italia, Belgia, Slovakia, Panama, Peru, Ghana, dan Kongo.
Kunjungan PM Rudd ke AS itu merupakan bagian dari perjalanan luar negerinya hingga 13 April 2008.
Setelah dari AS, ia melanjutkan kunjungannya ke Brussels (Belgia), Bucharest (Rumania), Inggris dan China.
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk memajukan kepentingan Australia di bidang keamanan, kebijakan luar negeri serta ekonomi dan perdagangan.
*) My news for ANTARA on March 31, 2008

No comments:
Post a Comment