
Welcome to my blog. It contains my news and views about a wide range of issues.

Without you all, this blog will not be so meaningful. Therefore, please allow me to thank you. Whoever you are, you are all special for me. Let us make our world a better place to live in. Don't let any difference that we have hamper us to cooperate for the sake of humanity.
Pengunjung yang Budiman
Tanpa Anda sekalian, blog ini takkan banyak berarti. Untuk itu, izinkan saya menyampaikan terima kasih. Siapapun Anda, Anda semua adalah orang-orang spesial di mata saya. Mari bersama-sama membangun dunia yang lebih baik. Jangan biarkan perbedaan yang ada pada kita menghambat kita untuk bekerja sama bagi kemanusiaan.
PALESTINA ... PALESTINA
Belum lagi rampung upaya PBB dan komunitas dunia membangun kembali Gaza yang luluh lantak akibat kebengisan mesin-mesin perang Israel yang baru berhenti sekitar dua pekan lalu, hari Minggu ini (1/2), Perdana Menteri Ehud Olmert seperti dikutip Kantor Berita AFP berjanji untuk kembali menghukum Hamas.
Olmert tak segan mengatakan bahwa bala tentaranya akan memberikan respons yang keras dan tak pandang bulu atas serangan roket para patriot Hamas terhadap wilayah selatan Israel, negara yang dibangun di atas rampasan tanah rakyat Palestina yang mendapat restu negara-negara Barat sejak lebih dari 60 tahun silam.
Tanggal 10 Februari 2009 ini, rakyat
Tangan mereka penuh darah rakyat Palestina. Bayangkan, selama 22 hari operasi militer Israel yang mendapat restu Amerika Serikat baru-baru ini, setidaknya 1.300 nyawa warga Palestina melayang dan kembali ke Sang Khalik. Empat ratus di antaranya adalah nyawa anak-anak tak berdosa.
Aksi tak berprikemanusiaan Israel di Gaza itu menghentakkan hati nurani bangsa-bangsa yang menginginkan tegaknya keadilan. Gelombang aksi demonstrasi yang mengecam dan mengutuk aksi koboi Tel Aviv pun pecah dimana-mana.
Namun tidak sedikit pula para pemimpin dunia yang tak tergerak hatinya untuk sekadar menegur
Banyaknya korban di pihak sipil sempat sedikit menggusarkan hati Rudd dan wakilnya, Julia Gillard. Mereka kemudian ikut menyumbang 10 juta dolar
Fakta yang kerap diabaikan oleh banyak pemimpin pro-Israel adalah
Namun dalam isu konflik Palestina-Israel, rakyat yang masih memiliki hati nurani punya bahasa lain. Tidak selalu mereka sejalan dengan sikap politik pemerintahnya sebagaimana terlihat jelas dalam demo anti
No comments:
Post a Comment