Tuesday, May 26, 2009

WNI DI AUSTRALIA DIMINTA WASPADAI WABAH FLU BABI

Konsul Jenderal RI di Melbourne Budiarman Bahar meminta masyarakat Indonesia di Victoria agar meningkatkan kewaspadaan mereka pada bahaya wabah virus flu babi karena terus naiknya jumlah penderita positif flu A H1N1 di negara bagian ini dalam empat hari terakhir.

"Sejauh ini belum ada seorang pun warga negara kita (WNI) di Victoria yang terinfeksi virus flu A H1N1 ini," katanya kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane sehubungan dengan meningkatnya penderita flu babi di Victoria dari 13 orang Selasa (26/5) menjadi sedikitnya 23 orang Rabu pagi (27/5).

Budiarman juga mengatakan, pihaknya meyakini bahwa tidak ada seorang anak Indonesia pun yang bersekolah di SMA Thornbury yang ditutup otoritas setempat selama seminggu setelah ada siswanya yang positif menderita flu babi namun pihaknya akan terus memantau perkembangan yang ada.

"Setahu saya tidak ada siswa Indonesia yang bersekolah di SMA itu karena lokasinya berada di luar kawasan kantong masyarakat kita di Melbourne," katanya.

Di seluruh Australia, sesuai dengan hasil sensus penduduk Australia 2006, terdapat 50.975 orang WNI. Sekitar 19.000 - 20.000 orang di antaranya berdomisili di negara bagian Victoria. Mereka umumnya bertempat tinggal di antara Melbourne dan Geelong.

Mengenai langkah-langkah antisipatif yang telah diambil Konsulat Jenderal RI Melbourne, ia mengatakan, pihaknya sejauh ini telah mengingatkan masyarakat Indonesia di Victoria dan Tasmania tentang pentingnya sikap kehati-hatian, pola hidup sehat, dan sikap peduli terhadap perkembangan informasi dari pemerintah setempat.

Sesuai dengan informasi resmi pemerintah Australia tentang upaya membatasi penyebaran virus flu berbahaya ini, Budiarman mengatakan, siapa pun yang mengalami gejala-gejala seperti sakit kepala, kedinginan, batuk, bersin, dan sakit tenggorokan diminta segera mencari bantuan medis.

Selain itu, yang bersangkutan juga diminta sedapat mungkin tidak melakukan kontak dengan orang lain. Untuk mengurangi penyebaran flu tersebut, disarankan pula untuk menutup mulut dan hidung jika batuk, membuang tisu bekas ke tong sampah dan membersihkan tangan sesering mungkin secara menyeluruh, katanya.

Memasuki hari ke-33 sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan terjadinya wabah flu babi di sejumlah negara, seperti Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada 24 April lalu, jumlah penderita positif di Australia sudah mencapai 59 orang setelah ditemukan delapan kasus baru di Victoria.

Disamping itu, Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia juga menyampaikan ada 132 orang yang masih menunggu hasil tes laboratorium serta satu orang lainnya sudah "diduga positif terinfeksi" virus flu ini.

Para penderita dengan status "diduga" dapat ditemui di semua negara bagian, yakni Australian Capital Territory (1), New South Wales (84), Northern Territory (1), Queensland (10), Australia Selatan (1), Tasmania (1), Victoria (33) dan Australia Barat (1).

Dalam perkembangan lain, media Australia menyoroti keputusan pejabat kesehatan negara bagian New South Wales yang mengizinkan sekitar 2.000 orang penumpang kapal pesiar "Pacific Dawn" melakukan kunjungan antarnegara bagian sebelum diberikan pemeriksaan flu babi.

ABC menyebutkan sebanyak 14 orang penumpang kapal pesiar itu sudah dinyatakan positif terinfeksi flu A H1N1 di Sydney pada 25 Mei lalu.

Departemen Kesehatan Australia mencatat warganya yang terinfeksi virus flu babi umumnya adalah mereka yang baru mengunjungi negara-negara terpapar H1N1, seperti Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

WHO mencatat virus flu babi itu sudah menjangkiti sedikitnya 12.022 orang di 43 negara. Ke-43 negara itu adalah Argentina, Australia, Austria, Belgia, Brazil, Kanada, Cili, China, Kolombia, Costa Rica, Kuba, Denmark, Ekuador, El Salvador, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, India, Irlandia, Israel, Italia, dan Jepang.

Seterusnya, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Panama, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

*) My news for ANTARA on May 27, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity