Monday, May 25, 2009

SUDAH 23 PENDERITA POSITIF FLU BABI DI AUSTRALIA

Ancaman virus flu babi (H1N1) di Australia semakin membesar ditandai dengan meningkatnya jumlah penderita positif flu A di negara itu dari 17 orang sehari sebelumnya menjadi 23 orang, Selasa pagi.

Data Departemen Kesehatan Australia, Selasa, menunjukkan terbukanya kemungkinan bertambahnya jumlah penderita bertambah mengingat ada 55 warga yang kini bertatus "diduga terinfeksi" virus mematikan ini.

Bertambahnya jumlah penderita flu A H1N1 itu dipicu oleh adanya enam kasus terkonfirmasi baru di negara bagian Victoria, New South Wales (NSW), Australia Barat, dan Queensland.

Sebanyak 13 orang penderita berdomisili di negara bagian Victoria, lima orang di NSW, masing-masing dua orang di Queensland dan Australia Selatan, serta satu orang di Australia Barat. Di antara para penderita baru flu babi ini adalah pemuda berusia 30 tahun asal Australia Barat dan wanita berusia 20 tahun asal Queensland.

Seperti kebanyakan penderita positif H1N1 di Australia, keduanya juga baru pulang dari kunjungan ke Kanada dan Amerika Serikat (AS), dua dari sejumlah negara yang serius terpapar virus flu mematikan ini.

Depkes Australia mencatat rekam jejak perjalanan pemuda tersebut, yakni dua bulan di Kanada sebelum kembali via Los Angeles dan Auckland ke Melbourne pada 22 Mei dan lalu terbang ke Perth pada 23 Mei, sedangkan wanita asal Queensland itu sempat berlibur dua minggu di New York, AS.

Di negara bagian Victoria, otoritas setempat menutup SMA Thornbury selama seminggu setelah ada siswanya yang positif menderita flu babi.

Selain meliburkan sekolah, Komite Darurat Pandemi Nasional (NPEC) Australia juga merekomendasikan pemberian libur seminggu bagi murid-murid Australia yang sempat mengunjungi Kanada, Jepang, Meksiko, Panama, dan AS.

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi memberitahu Australia tentang terjadinya wabah flu H1N1 di AS, Meksiko, Kanada, dan kawasan Eropa 24 April lalu, pemerintah federal dan negara bagian telah mengambil berbagai langkah preventif dan kuratif.

Di antara langkah-langkah antisipatif yang telah diambil adalah menggiatkan kampanye iklan layanan masyarakat lewat suratkabar, penyebaran poster dan kartu informasi, serta pengaktifan perangkat "thermal scanner" di delapan bandar udara internasional Australia.

WHO mencatat virus flu babi itu sudah menjangkiti sedikitnya 12.022 orang di 43 negara. Ke-43 negara itu adalah Argentina, Australia, Austria, Belgia, Brazil, Kanada, Cili, China, Kolombia, Costa Rica, Kuba, Denmark, Ekuador, El Salvador, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, India, Irlandia, Israel, Italia, dan Jepang.

Seterusnya, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Panama, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.

*) My news for ANTARA on May 26, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity