Thursday, May 14, 2009

PILOT SAKIT, JETSTAR GAGAL TERBANG KE BALI

Gubernur Papua Barat Abraham O. Atururi dan 14 orang anggota rombongannya gagal meninggalkan Darwin menuju Denpasar, Bali, Kamis malam, setelah pesawat Jetstar, Australia, tiba-tiba membatalkan penerbangannya pukul 19.30 waktu setempat karena pilot jatuh sakit.

"Menurut kabar yang kita terima, pesawat Jetstar yang seyogianya membawa Pak Gubernur Abraham dan rombongan ke Denpasar pukul 19.30 waktu Darwin hari ini gagal berangkat karena pilot jatuh sakit dan tidak ada pilot pengganti," kata Sekretaris II Fungsi Pensosbud Konsulat RI Darwin, Arvinanto Soeriaatmadja.

Kepada ANTARA yang menghubunginya dari Brisbane, Kamis malam, Arvinanto mengatakan, Gubernur dan rombongan atlet dan ofisial yang berada di Darwin selama sepakan untuk mengikuti Pesta Olahraga dua tahunan "Arafura Games" ini diperkirakan berangkat dengan pesawat yang sama Jumat pukul 18.00 waktu setempat.

"Kemungkinan Pak Gubernur dan rombongan baru terbang Jumat sore," katanya.

Akibat pembatalan penerbangan Jetstar itu, Gubernur Abraham O. Atururi dan rombongan diinapkan di Hotel Holiday Inn Darwin, katanya.

Arvinanto mengatakan, sejak setahun bertugas di Konsulat RI Darwin, ia tidak pernah menjumpai adanya pembatalan penerbangan oleh pihak Garuda Indonesia seperti yang Kamis malam dilakukan Jetstar.

Hanya saja, sejak 22 April 2009, semua warga Indonesia dan Australia yang selama hampir 30 tahun selalu terbang bersama Garuda Indonesia dengan rute penerbangan Darwin-Denpasar, termasuk para pejabat negara yang sedang berkunjung, terpaksa naik Jetstar karena tidak ada pilihan lain.

"Karena itu, perlu ada pemikiran mengenai masa depan transportasi udara kita yang menghubungkan kembali Denpasar-Darwin mengingat pentingnya jembatan udara yang menghubungkan kita dengan Northern Territory, dan cukup banyaknya kegiatan yang kita ikuti, seperti Arafura Games," katanya.

Dalam perkembangan terkini di arena "Arafura Games", perolehan medali kontingen Indonesia hingga pukul 24.00 adalah sembilan emas, 12 perak dan 13 perunggu.

Dari 34 medali itu, para atlet Provinsi Papua Barat menyumbang tiga emas, tiga perak, dan empat perunggu.

*) My news for ANTARA on May 14, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity