Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan terjadinya wabah flu babi (H1N1) di Meksiko, Kanada, Amerika Serikat dan Eropa 24 April lalu, hingga Jumat pagi, sudah 10 orang warga Australia yang positif mengidap flu mematikan ini. Sehari sebelumnya, jumlah penderita flu A H1N1 dengan status konfirmasi di Australia masih sebanyak lima orang namun Jumat pagi, jumlahnya bertambah menjadi 10 orang menyusul ditemukannya lima orang penderita baru, termasuk satu orang di negara bagian Australia Selatan dan dua orang lainnya di Victoria.
Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia, Jumat pagi, menyebutkan, warga Australia Selatan yang positif terjangkit flu A H1N1 itu adalah seorang remaja putri berusia 15 tahun, sedangkan dua penderita baru di Victoria adalah seorang anak perempuan berusia 10 tahun dan pria berusia 25 tahun asal Melbourne.
Murid perempuan berusia 10 tahun itu diduga terjangkit virus flu yang telah menewaskan sedikitnya 70 orang di dunia ini dari teman sekelasnya di SD Clifton Hill. Seperti para penderita lain, murid perempuan ini juga hanya dirawat di rumah.
Hingga Jumat pagi, Victoria memiliki enam kasus positif flu babi atau terbanyak di Australia, disusul New South Wales (NSW) dua kasus, serta Queensland dan Australia Selatan masing-masing satu kasus.
Selain 10 orang yang sudah berstatus "konfirmasi", seorang warga negara bagian Tasmania juga "diduga positif" terinfeksi flu babi, dan 28 warga lainnya masih menunggu hasil tes laboratorium.
Ke-28 orang yang kini berstatus "tersangka flu babi" ini tersebar di enam negara bagian, yakni Northern Territory (1), NSW (14), Queensland (3), Australia Selatan (1), dan Victoria (9).
Kementerian Kesehatan Australia mencatat para pasien umumnya adalah mereka yang kembali dari perjalanan ke Amerika Serikat.
Sejak merebaknya ancaman virus H1N1 April lalu, Australia telah mengambil berbagai langkah preventif dan kuratif, termasuk melakukan kampanye iklan layanan masyarakat lewat suratkabar dan penyebaran poster dan kartu informasi di delapan bandar udara internasional negara itu.
Iklan dan poster
Iklan dan poster tersebut berisi pesan dan peringatan kepada warga yang baru tiba di Australia dari perjalanan luar negeri agar awas dan segera memeriksakan diri mereka jika merasakan gejala virus flu babi.
Sebagai bagian dari langkah penanggulangan, delapan bandar udara internasional Australia juga telah mengaktifkan penggunaan perangkat "thermal scanner" sejak 30 April guna mendeteksi suhu badan para penumpang pesawat yang tiba di negara berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa itu.
Ke delapan Bandara yang menjadi pintu masuk sekitar 30 ribu orang setiap harinya itu adalah Sydney, Melbourne, Adealide, Perth, Brisbane, Cairns, Gold Coast, dan Darwin.
Para kru pesawat-pesawat yang terbang ke Australia juga diminta melaporkan kondisi kesehatan para penumpangnya ke petugas Pelayanan Inspeksi Karantina Australia (AQIS). Para penumpang pesawat pun diminta mengisi kartu pernyataan sehat dan melaporkan apapun gejala flu yang mereka derita.
Untuk memperkuat langkah-langkah survelensi, penahanan, dan disinfeksi, Australia memberlakukan status peringatan perjalanan level empat kepada Meksiko.
Pada 15 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengumumkan komitmen Australia menyiapkan dana bantuan sebesar tiga juta dolar Australia bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara sedang berkembang di Asia Pasifik untuk mendukung kesiapan bersama menangani bahaya wabah flu H1N1.
Sebanyak 1,5 juta dolar di antaranya akan digunakan untuk mendukung "Rencana Tanggap Pandemi Global" WHO dan sisanya dipakai untuk membantu penguatan kapasitas negara-negara mitra di Asia Pasifik dalam menghadapi ancaman wabah flu 09 H1N1.
Virus flu H1N1 ini bermula dari Meksiko dan kemudian menyebar ke puluhan negara lainnya, seperti AS, Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel, Inggris, Australia, Brazil, Prancis, Cili, Denmark, Swiss, Austria, Kolombia, Jerman, Norwegia, Korea Selatan, dan Guatemala.
WHO mencatat, virus H1N1 ini sudah menewaskan sedikitnya 70 orang orang dan menginfeksi ribuan orang lainnya di berbagai negara.
*) My updated news for ANTARA on May 22, 2009

No comments:
Post a Comment