Departemen Kesehatan Australia, Kamis, memastikan lima orang warganya positif menderita flu babi (H1N1), sedangkan 23 orang warga lainnya masih menunggu hasil tes laboratorium.Tiga dari lima penderita flu A H1N1 itu berada di negara bagian Victoria dan dua orang lainnya tinggal di negara bagian New South Wales (NSW) dan Queensland.
Adapun 23 warga yang kini "disangka" terinfeksi virus flu babi tersebar di enam negara bagian, yakni Australian Capital Territory (1), NSW (15), Queensland (2), Australia Selatan (1), Victoria (2), dan Australia Barat.
Dalam penjelasan persnya, Kamis, Kementerian Kesehatan Australia menyebutkan, pasien pertama H1N1 adalah warga Queensland yang tiba di Brisbane dari Los Angeles 7 Mei lalu.
Empat pasien flu babi lainnya adalah tiga orang anak laki-laki asal Melbourne yang kembali dari berlibur bersama keluarga ke Amerika Serikat (AS) 12 Mei dan seorang wanita asal Sydney yang juga terinfeksi virus ini sekembalinya dari AS awal Mei lalu.
Sejak merebaknya ancaman virus H1N1 April lalu, Australia telah mengambil berbagai langkah preventif dan kuratif, termasuk melakukan kampanye iklan layanan masyarakat lewat suratkabar dan penyebaran poster dan kartu informasi di delapan bandar udara internasional negara itu.
Iklan dan poster tersebut berisi pesan dan peringatan kepada warga yang baru tiba di Australia dari perjalanan luar negeri agar awas dan segera memeriksakan diri mereka jika merasakan gejala virus flu babi.
Kementerian Kesehatan Australia meyakini langkah-langkah preventif melalui iklan dan poster itu akan membantu mengurangi penyebaran virus flu musiman menjelang datangnya musim dingin.
Aktifkan "thermal scanner"
Sebagai bagian dari langkah penanggulangan, delapan bandar udara internasional Australia telah pun mengaktifkan penggunaan perangkat "thermal scanner" sejak 30 April guna mendeteksi suhu badan para penumpang pesawat yang tiba di negara berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa itu.
Ke delapan Bandara yang menjadi pintu masuk sekitar 30 ribu orang setiap harinya itu adalah Sydney, Melbourne, Adealide, Perth, Brisbane, Cairns, Gold Coast, dan Darwin.
Para kru pesawat-pesawat yang terbang ke Australia juga diminta melaporkan kondisi kesehatan para penumpangnya ke petugas Pelayanan Inspeksi Karantina Australia (AQIS). Para penumpang pesawat pun diminta mengisi kartu pernyataan sehat dan melaporkan apapun gejala flu yang mereka derita.
Untuk memperkuat langkah-langkah survelensi, penahanan, dan disinfeksi, Australia memberlakukan status peringatan perjalanan level empat kepada Meksiko.
Pada 15 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengumumkan komitmen Australia menyiapkan dana bantuan sebesar tiga juta dolar Australia bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara sedang berkembang di Asia Pasifik untuk mendukung kesiapan bersama menangani bahaya wabah flu H1N1.
Sebanyak 1,5 juta dolar di antaranya akan digunakan untuk mendukung "Rencana Tanggap Pandemi Global" WHO dan sisanya dipakai untuk membantu penguatan kapasitas negara-negara mitra di Asia Pasifik dalam menghadapi ancaman wabah flu 09 H1N1.
Virus flu H1N1 ini bermula dari Meksiko dan kemudian menyebar ke puluhan negara lainnya, seperti AS, Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel, Inggris, Australia, Brazil, Prancis, Cili, Denmark, Swiss, Austria, Kolombia, Jerman, Norwegia, Korea Selatan, dan Guatemala.
WHO mencatat, virus H1N1 ini sudah menewaskan sedikitnya 70 orang orang dan menginfeksi ribuan orang lainnya di berbagai negara.
*) My updated news for ANTARA on May 21, 2009

1 comment:
membaca seluruh blog, cukup bagus
Post a Comment