Wednesday, May 20, 2009

LIMA WARGA AUSTRALIA POSITIF FLU BABI

Departemen Kesehatan Australia, Kamis, memastikan lima orang warganya positif menderita flu babi (H1N1), sedangkan 23 orang warga lainnya masih menunggu hasil tes laboratorium.

Tiga dari lima penderita flu A H1N1 itu berada di negara bagian Victoria dan dua orang lainnya tinggal di negara bagian New South Wales (NSW) dan Queensland.

Adapun 23 warga yang kini "disangka" terinfeksi virus flu babi tersebar di enam negara bagian, yakni Australian Capital Territory (1), NSW (15), Queensland (2), Australia Selatan (1), Victoria (2), dan Australia Barat.

Dalam penjelasan persnya, Kamis, Kementerian Kesehatan Australia menyebutkan, pasien pertama H1N1 adalah warga Queensland yang tiba di Brisbane dari Los Angeles 7 Mei lalu.

Empat pasien flu babi lainnya adalah tiga orang anak laki-laki asal Melbourne yang kembali dari berlibur bersama keluarga ke Amerika Serikat (AS) 12 Mei dan seorang wanita asal Sydney yang juga terinfeksi virus ini sekembalinya dari AS awal Mei lalu.

Sejak merebaknya ancaman virus H1N1 April lalu, Australia telah mengambil berbagai langkah preventif dan kuratif, termasuk melakukan kampanye iklan layanan masyarakat lewat suratkabar dan penyebaran poster dan kartu informasi di delapan bandar udara internasional negara itu.

Iklan dan poster tersebut berisi pesan dan peringatan kepada warga yang baru tiba di Australia dari perjalanan luar negeri agar awas dan segera memeriksakan diri mereka jika merasakan gejala virus flu babi.

Kementerian Kesehatan Australia meyakini langkah-langkah preventif melalui iklan dan poster itu akan membantu mengurangi penyebaran virus flu musiman menjelang datangnya musim dingin.

Aktifkan "thermal scanner"

Sebagai bagian dari langkah penanggulangan, delapan bandar udara internasional Australia telah pun mengaktifkan penggunaan perangkat "thermal scanner" sejak 30 April guna mendeteksi suhu badan para penumpang pesawat yang tiba di negara berpenduduk lebih dari 21 juta jiwa itu.

Ke delapan Bandara yang menjadi pintu masuk sekitar 30 ribu orang setiap harinya itu adalah Sydney, Melbourne, Adealide, Perth, Brisbane, Cairns, Gold Coast, dan Darwin.

Para kru pesawat-pesawat yang terbang ke Australia juga diminta melaporkan kondisi kesehatan para penumpangnya ke petugas Pelayanan Inspeksi Karantina Australia (AQIS). Para penumpang pesawat pun diminta mengisi kartu pernyataan sehat dan melaporkan apapun gejala flu yang mereka derita.

Untuk memperkuat langkah-langkah survelensi, penahanan, dan disinfeksi, Australia memberlakukan status peringatan perjalanan level empat kepada Meksiko.

Pada 15 Mei lalu, Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengumumkan komitmen Australia menyiapkan dana bantuan sebesar tiga juta dolar Australia bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara sedang berkembang di Asia Pasifik untuk mendukung kesiapan bersama menangani bahaya wabah flu H1N1.

Sebanyak 1,5 juta dolar di antaranya akan digunakan untuk mendukung "Rencana Tanggap Pandemi Global" WHO dan sisanya dipakai untuk membantu penguatan kapasitas negara-negara mitra di Asia Pasifik dalam menghadapi ancaman wabah flu 09 H1N1.

Virus flu H1N1 ini bermula dari Meksiko dan kemudian menyebar ke puluhan negara lainnya, seperti AS, Kanada, Selandia Baru, Spanyol, Israel, Inggris, Australia, Brazil, Prancis, Cili, Denmark, Swiss, Austria, Kolombia, Jerman, Norwegia, Korea Selatan, dan Guatemala.

WHO mencatat, virus H1N1 ini sudah menewaskan sedikitnya 70 orang orang dan menginfeksi ribuan orang lainnya di berbagai negara.

*) My updated news for ANTARA on May 21, 2009

1 comment:

Anonymous said...

membaca seluruh blog, cukup bagus

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity