Sunday, May 24, 2009

ISLAM BELUM DIMENGERTI DI AUSTRALIA

Selebriti muslim Australia, Nazeem Hussain, menilai mayoritas warga non-muslim di negaranya belum mengerti Islam dan umat Islam sebagaimana terlihat dari isi surat-surat elektronik (email) yang dikirim para pemirsa "Salam Cafe", acara "talkshow" komedi populer Stasiun TV "SBS".

"Sembilan puluh lima persen email yang dikirim pemirsa acara 'Salam Cafe' SBS memperlihatkan rendahnya pengetahuan mereka tentang Islam dan umat Islam di Australia," kata personil "Salam Cafe" itu di depan puluhan peserta acara "Muslim Youth Speaks Out" di kampus Universitas Griffith, Mt Gravatt, Brisbane, Minggu.

Bahkan, di antara para pemirsa yang mengirim surat setelah menyaksikan acara bincang-bincang "Salam Cafe" yang disiarkan setiap Rabu itu, ada yang berterus-terang mengatakan bahwa selama ini dia tidak tahu bahwa wanita muslim Australia juga bisa lancar berbahasa Inggris dan "muslim juga berpendidikan", katanya.

Acara bincang-bincang tentang berbagai sisi lucu kehidupan komunitas muslim Australia itu didukung tujuh orang personil. Selain Nazeem Hussain, juga ada Ahmed Imam, Waleed Aly, Susan Carland, Ahmed Hassan, Dakhylina Madkhul, dan Toltu Tufa.

Menurut Nazeem Hussain, mispersepsi dan ketidakmengertian publik non-muslim Australia tentang Islam tidak dapat dilepaskan dari konsumsi berita dan tayangan media selama ini. Kondisi ini menuntut keterlibatan komunitas muslim, termasuk generasi mudanya, dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan bagi kemaslahatan bersama.

Keterlibatan muslim dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan itu selaras dengan nilai-nilai Islam yang menekankan bahwa muslim terbaik itu adalah mereka yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama muslim tetapi juga bagi umat manusia pada umumnya tanpa kecuali, katanya.

Namun, lanjut mantan peserta program pertukaran tokoh muda muslim Australia-Indonesia tahun 2007 ini, generasi muda muslim harus dapat menjadi diri mereka sendiri di tengah lingkungan sosial yang berbeda di Australia.

Dalam menjalani kehidupannya, generasi muda muslim hendaknya "dapat menemukan kembali Islam" supaya "pandangan mereka tentang Islam bisa lebih oyektif", katanya.

"Muslim cenderung melihat Islam berdasarkan cara pandangnya yang sudah terbangun. Cobalah menemukan kembali Islam supaya kita bisa lebih obyektif dan tidak lagi defensif (dalam memandang Islam)," katanya.

Diskusi terbuka bertajuk "Pemuda Muslim Angkat Bicara" yang diselenggarakan "Muslim Youth Service" bekerja sama dengan sejumlah organisasi keislaman di Queensland itu diisi dengan berbagi pengalaman pribadi sebagai minoritas muslim dalam mempertahankan identitas keislaman di tengah linkungan sosial Australia yang berbeda.

Acara yang diikuti sedikitnya 80 orang remaja dan pemuda muslim di Brisbane itu diakhiri dengan diskusi kelompok yang menyoroti empat topik utama, yakni masalah diskriminasi, prasangka, dan peminggiran sosial; penggunaan jilbab, tekanan teman, dan isu-isu kegiatan kepemudaan di masyarakat.

*) My news for ANTARA on May 24, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity