Wednesday, May 13, 2009

DUKUNGAN PARLEMEN STABILKAN HUBUNGAN RI-AUSTRALIA

Presiden Senat Parlemen Australia, Senator John Hogg, memandang penting penguatan hubungan antarparlemen Australia-Indonesia guna mendukung berbagai langkah dan kebijakan pemerintah kedua negara dalam membangun hubungan bilateral yang stabil, kata seorang diplomat RI.

"Semangat memperkuat hubungan antara parlemen kita dan Australia ini terungkap saat Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto melakukan kunjungan kehormatan ke Senator John Hogg Selasa (12/5)," kata Minister Counselor Bidang Politik KBRI Canberra, Samsu Rizal, kepada ANTARA, Rabu.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit di gedung Parlemen Federal Australia di Canberra itu, kedua pihak memandang penting penguatan hubungan parlemen Indonesia-Australia ini guna mendukung langkah-langkah dan kebijakan yang diambil pemerintah kedua negara, katanya.

Pada kesempatan itu, Dubes Primo juga menyampaikan perlunya terus mengembangkan kerja sama di tingkat rakyat kedua bangsa karena hal ini akan memperkokoh landasan hubungan bilateral kedua negara bertetangga ini.

"Hubungan di tingkat rakyat ini bahkan menjadi salah satu isu penting dalam konferensi bilateral Indonesia-Australia di Sydney belum lama ini. Kalau 'people-to-people contact' (hubungan antarwarga) ini berhasil dibangun, hubungan kedua negara akan semakin menguat," kata Samsu Rizal.

Dukungan parlemen kedua negara pada upaya penguatan kerja sama dan hubungan antarwarga ini sangat penting, kata Samsu Rizal yang mendampingi Dubes Primo saat bertemu Senator John Hogg.

Dubes Primo menempati pos barunya di Canberra sejak 15 Februari 2009. Sebelumnya, diplomat karir yang menggantikan posisi TM Hamzah Thayeb itu pernah menjabat sebagai Dirjen Asia Pasifik dan Afrika Deplu RI (2006-2008) dan Dubes RI di Wellington, Selandia Baru.

Dalam tiga tahun terakhir, kondisi hubungan kedua negara sudah relatif stabil. Bahkan fondasi hubungan itu semakin menguat menyusul pemberlakuan Perjanjian Keamanan yang juga dikenal dengan Perjanjian Lombok sejak Februari 2008.

Sejak itu, intensitas saling berkunjung para menteri dan pimpinan dan anggota parlemen kedua negara cenderung meningkat. Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith menggambarkan hubungan bilateral dengan Indonesia berada dalam kondisi terbaik.

*) My news for ANTARA on May 13, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity