Tuesday, May 19, 2009

DIBANTU POLRI, AUSTRALIA TANGKAP DUA PENYELUNDUP MANUSIA

Kerja sama erat Polri membantu Polisi Federal Australia (AFP) menangkap dua orang warga Australia asal daerah Shepparton, negara bagian Victoria. Mereka diduga merupakan anggota sindikat penyelundup manusia internasional yang memiliki jaringan di Indonesia dan Malaysia.

Penangkapan kedua tersangka merupakan hasil kerja sama aparat kepolisian Australia dan Indonesia menyusul keberhasilan Polri menggagalkan upaya pemberangkatan 68 orang pencari suaka asal Afghanistan dengan kapal menuju Australia 16 April lalu, demikian pernyataan pers AFP, Selasa.

Para tersangka yang masing-masing berusia 64 dan 21 tahun itu dituduh AFP memberikan bantuan dana untuk mendukung kegiatan penyelundupan 68 orang pencari suaka asal Afghanistan ini.

Menurut Deputi Komisioner Bidang Operasi AFP, Tony Negus, para pencari suaka asal Afghanistan itu kini ditahan di Jawa Barat. Penangkapan kedua tersangka merupakan keberhasilan kerja sama yang erat antara AFP dan Polri, katanya.

Kasus kedua warga Australia ini ditangani Pengadilan Magistrat Shepparton mulai Selasa dan dilanjutkan Rabu. Keduanya diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sejak September 2008, Australia terus diganggu kedatangan perahu-perahu pengangkut pencari suaka ilegal asal Afghanistan, Iran, dan Sri Lanka.

Kasus-kasus penyelundupan ratusan orang pencari suaka asing ke Australia itu melibatkan belasan nakhoda perahu asal Indonesia. Mereka umumnya berasal dari Kawasan Timur Indonesia, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sumsel).

Sejak Januari hingga 5 Mei 2009, sudah 11 perahu pengangkut pencari suaka asing ditangkap aparat keamanan laut Australia atau jauh melampaui jumlah kapal yang menerobos perairan negara itu tahun lalu.

Para pencari suaka dan nakhoda perahu yang mengangkut mereka dibawa ke Pusat Penahanan Imigrasi Australia di Pulau Christmas untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Total jumlah pencari suaka yang ditahan di Pulau Christmas itu diperkirakan mencapai 315 orang.

Dalam menangani aksi kejahatan penyelundupan manusia dan migran gelap, pemerintah Australia bekerja sama dengan negara-negara mitra di kawasan Asia Pasifik melalui forum "Bali Process" beranggotakan 42 negara.

Forum pertemuan tingkat menteri "Bali Process" merupakan inisiatif bersama Australia dan Indonesia untuk memperkuat komitmen bersama negara asal, negara transit dan negara tujuan terhadap penanganan aksi-aksi kejahatan penyelundupan manusia dan perdagangan orang.

*) My news for ANTARA on May 19, 2009

No comments:

About Me

My photo
Brisbane, Queensland, Australia
Hi, I am a journalist of ANTARA, Indonesia's national news agency whose headquarters is in Jakarta. My fate has brought me back to Australia since March 2007 because my office assigns me to be the ANTARA correspondent there. My first visit to the neighboring country was in 2004 when I did my masters at the School of Journalism and Communication, the University of Queensland (UQ), Brisbane, under the Australian Development Scholarship (ADS) scheme. However, the phase of my life was started from a small town in North Sumatra Province, called Pangkalan Brandan. In that coastal town, I was born and grown up. Having completed my senior high school there in 1987, I moved to Medan to pursue my study at the University of North Sumatra (USU) and obtained my Sarjana (BA) degree in English literature in 1992. My Master of Journalism (MJ) was completed at UQ in July 2005. The final research project report for my MJ degree was entitled "Framing the Australian Embassy Bombing (Jakarta) in Indonesian and Australian Newspapers". Further details about me can be read in a writing posted in my blog entitled "My Life Journey".

Blog Archive

NeoPod

NeoCounter

The Value of Creativity

The Value of Creativity