Kerja sama erat Polri membantu Polisi Federal Australia (AFP) menangkap dua orang warga Australia asal daerah Shepparton, negara bagian Victoria. Mereka diduga merupakan anggota sindikat penyelundup manusia internasional yang memiliki jaringan di Indonesia dan Malaysia.Penangkapan kedua tersangka merupakan hasil kerja sama aparat kepolisian Australia dan Indonesia menyusul keberhasilan Polri menggagalkan upaya pemberangkatan 68 orang pencari suaka asal Afghanistan dengan kapal menuju Australia 16 April lalu, demikian pernyataan pers AFP, Selasa.
Para tersangka yang masing-masing berusia 64 dan 21 tahun itu dituduh AFP memberikan bantuan dana untuk mendukung kegiatan penyelundupan 68 orang pencari suaka asal Afghanistan ini.
Menurut Deputi Komisioner Bidang Operasi AFP, Tony Negus, para pencari suaka asal Afghanistan itu kini ditahan di Jawa Barat. Penangkapan kedua tersangka merupakan keberhasilan kerja sama yang erat antara AFP dan Polri, katanya.
Kasus kedua warga Australia ini ditangani Pengadilan Magistrat Shepparton mulai Selasa dan dilanjutkan Rabu. Keduanya diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Sejak September 2008, Australia terus diganggu kedatangan perahu-perahu pengangkut pencari suaka ilegal asal Afghanistan, Iran, dan Sri Lanka.
Kasus-kasus penyelundupan ratusan orang pencari suaka asing ke Australia itu melibatkan belasan nakhoda perahu asal Indonesia. Mereka umumnya berasal dari Kawasan Timur Indonesia, seperti Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Selatan (Sumsel).
Sejak Januari hingga 5 Mei 2009, sudah 11 perahu pengangkut pencari suaka asing ditangkap aparat keamanan laut Australia atau jauh melampaui jumlah kapal yang menerobos perairan negara itu tahun lalu.
Para pencari suaka dan nakhoda perahu yang mengangkut mereka dibawa ke Pusat Penahanan Imigrasi Australia di Pulau Christmas untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. Total jumlah pencari suaka yang ditahan di Pulau Christmas itu diperkirakan mencapai 315 orang.
Dalam menangani aksi kejahatan penyelundupan manusia dan migran gelap, pemerintah Australia bekerja sama dengan negara-negara mitra di kawasan Asia Pasifik melalui forum "Bali Process" beranggotakan 42 negara.
*) My news for ANTARA on May 19, 2009

No comments:
Post a Comment