Sejumlah sekolah yang mengajarkan bahasa Indonesia di negara bagian Australian Capital Territory (ACT) siap membangun kemitraan dengan lembaga-lembaga pendidikan setara dari Indonesia, kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Canberra, Dr.Aris Junaidi.Sinyal positif itu disampaikan 15 kepala sekolah yang menghadiri acara ramah tamah dan bersantap siang bersama Duta Besar RI untuk Australia dan Vanuatu Primo Alui Joelianto di KBRI Canberra 21 Mei lalu menanggapi program kemitraan sekolah baru Diknas RI, katanya kepada ANTARA, Kamis.
Aris Junaidi mengatakan, mereka siap menyambut sekolah-sekolah Indonesia yang serius membangun program kemitraan dengan mereka.
Di bawah program kemitraan sekolah baru Diknas ini, sebanyak 15 sampai 20 sekolah dari tingkat dasar hingga menengah atas di Tanah Air bisa mencari mitra mereka di Australia.
"Sekolah-sekolah yang bermitra itu nantinya bekerja sama memperbaiki mutu pendidikan melalui kerja sama di bidang pengajaran berbasis internet, khususnya untuk mata pelajaran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia," katanya.
Penggunakan teknologi komunikasi dan informasi itu akan memotivasi para peserta didik dari kedua negara untuk saling mengenal dan berdiskusi bersama melalui surat elektronis maupun fasilitas "skype". "Guru dan murid juga dapat berpartisipasi dalam program pertukaran," katanya.
Mengenai dukungan KBRI Canberra pada upaya pengembalian popularitas bahasa Indonesia ke sekolah-sekolah Australia, ia mengatakan, peran KBRI sangat besar karena para siswa tidak hanya diberikan izin berkunjung ke Balai Budaya tetapi juga mendukung penyelenggaraan dua kali konferensi bahasa Indonesia.
"KBRI Canberra juga bekerja sama dengan Departemen Pendidikan dan Pelatihan ACT dalam penyediaan tenaga bantu pengajaran bahasa Indonesia (untuk sekolah-sekolah)," katanya.
Aris Junaidi melihat kemitraan KBRI dengan sekolah-sekolah Australia di ACT yang mengajarkan bahasa Indonesia sudah berjalan dengan baik selama ini namun ia berupaya mencari celah baru untuk mengembangkan cara-cara baru meningkatkan popularitas studi bahasa dan budaya Indonesia.
"Program kemitraan sekolah ini merupakan inisiatif baru yang menarik," katanya.
Acara ramah tamah dengan Dubes Primo dan pihak terkait di lingkungan KBRI Canberra dengan 15 kepala sekolah itu juga dihadiri pejabat Departemen Pendidikan dan Pelatihan dan Kantor Pendidikan Katolik ACT.
Kini ada 25 sekolah negeri dan swasta di kota Canberra dan sekitarnya yang mengajarkan bahasa Indonesia.
*) My news for ANTARA on May 28, 2009

No comments:
Post a Comment