Sebulan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan mewabahnya virus flu babi (H1N1) di Meksiko, Kanada, Amerika Serikat dan Eropa, jumlah warga Australia yang positif menderita flu A ini terus bertambah. Hingga Senin (25/5), jumlahnya sudah mencapai 17 orang.Departemen Kesehatan Pemerintah Federal Australia, Senin, menyebutkan, Victoria menjadi negara bagian dengan jumlah penderita terbanyak, yakni 11 orang, sedangkan enam orang lainnya berada di New South Wales (NSW) (2), Queensland (2), dan Australia Selatan (2).
Selain 11 orang warga yang positif terjangkit flu A H1N1, ada 41 orang warga Australia lainnya yang kini masih menunggu hasil tes laboratorium.
Mereka yang berstatus "diduga terjangkit" virus H1N1 itu tersebar di negara bagian NSW (20), Queensland (5), Australia Selatan (2) dan Australia Barat (1). Namun di tiga negara bagian lainnya, yakni Australian Capital Territory (ACT), Northern Territory, dan Tasmania, tidak ditemukan satupun kasus.
Penderita flu A H1N1 di Victoria bertambah setelah otoritas kesehatan setempat memastikan seorang pelajar SMA Thornbury berusia 15 tahun dan pemuda berusia 27 tahun positif menderita flu yang telah menewaskan sedikitnya 86 orang itu.
Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk, pihak terkait Victoria juga menutup SMA Thornbury selama seminggu.
Selain meliburkan sekolah, Komite Darurat Pandemi Nasional (NPEC) Australia juga merekomendasikan pemberian libur seminggu bagi murid-murid Australia yang sempat mengunjungi lima negara yang terpapar virus flu H1N1. Kelima negara itu adalah Kanada, Jepang, Meksiko, Panama, dan Amerika Serikat.
Kementerian Kesehatan Australia mencatat para penderita umumnya adalah mereka yang baru kembali dari perjalanan ke Amerika Serikat.
Sejak merebaknya ancaman virus H1N1 April lalu, Australia telah mengambil berbagai langkah preventif dan kuratif, seperti melakukan kampanye iklan layanan masyarakat lewat suratkabar, penyebaran poster dan kartu informasi, serta pengaktifan perangkat "thermal scanner" di delapan bandar udara internasional negara itu.
WHO mencatat virus flu babi itu sudah menjangkiti sedikitnya 12.022 orang di 43 negara. Ke-43 negara itu adalah Argentina, Australia, Austria, Belgia, Brazil, Kanada, Cili, China, Kolombia, Costa Rica, Kuba, Denmark, Ekuador, El Salvador, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Guatemala, India, Irlandia, Israel, Italia, dan Jepang.
Seterusnya, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Panama, Peru, Filipina, Polandia, Portugal, Rusia, Spanyol, Swedia, Swiss, Thailand, Turki, Inggris, dan Amerika Serikat.
*) My news for ANTARA on May 25, 2009

No comments:
Post a Comment