Australia menyiapkan dana bantuan sebesar tiga juta dolar Australia bagi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan negara-negara sedang berkembang di Asia Pasifik untuk mendukung kesiapan bersama menangani bahaya wabah virus flu babi (H1N1).Menteri Luar Negeri Stephen Smith mengatakan, Selasa, pihaknya mengalokasikan 1,5 juta dolar untuk mendukung "Rencana Tanggap Pandemi Global" WHO dan 1,5 juta dolar sisanya untuk membantu penguatan kapasitas negara-negara mitra di Asia Pasifik dalam menghadapi ancaman wabah flu 09 H1N1.
"Upaya memperbaiki kemampuan deteksi, survelensi, dan kesiapan tanggap darurat di negara-negara sedang berkembang ini akan mendukung kemampuan respons Australia," katanya.
Pada 2006, Australia menjanjikan dukungan dana sebesar 100 juta dolar selama empat tahun bagi penguatan kemampuan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dalam mencegah dan menanggapi bahaya wabah penyakit-penyakit menular, katanya.
"Dukungan Australia ini sudah berhasil meningkatkan kemampuan negara-negara mitra di kawasan, namun masih diperlukan kerja lanjutan guna memastikan kesiapan kawasan menghadapi tantangan H1N1," katanya.
Dalam hal ini, Australia memercayai WHO sebagai pihak yang melakukan penilaian terhadap kebutuhan negara-negara mitra dan mengkoordinasi bantuan kepada mereka, katanya.
Dalam perkembangan lain, Departemen Kesehatan Australia melaporkan, satu warga Australia dikonfirmasi terjangkit wabah flu babi, 24 orang lainnya masih menunggu hasil tes H1N1, dan dua orang lainnya dicurigai mengidap influenza A.
Mereka tersebar di negara bagian Australian Capital Territory (ACT), New South Wales, Queensland, Australia Selatan, Victoria, dan Australia Barat.
WHO sendiri mencatat virus flu babi yang telah menewaskan lebih dari 70 orang ini telah menulari sekitar 7.520 orang di lebih dari 30 negara. Sebagian besar ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat.
*) My news for ANTARA on May 19, 2009

No comments:
Post a Comment