Departemen Pendidikan dan Pelatihan negara bagian Australian Capital Territory (ACT), Keuskupan Agung Canberra dan Kantor Pendidikan Katolik Goulburn akan menyiapkan dana 24 ribu dolar Australia untuk mendukung pengadaan tenaga pembantu pengajaran bahasa Indonesia di sekolah-sekolah."Pendanaan ini akan sangat membantu upaya memperbaiki mutu pengajaran bahasa Indonesia di ACT," kata Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di KBRI Canberra, Dr.Aris Junaidi, dalam penjelasannya kepada ANTARA, Kamis, tentang upaya mengembalikan popularitas bahasa Indonesia di sekolah-sekolah Australia.
Ia mengatakan, pada 2008, KBRI Canberra dan Departemen Pendidikan dan Pelatihan (DET) ACT bekerja sama menyelenggarakan program pengadaan para penutur asli bahasa Indonesia untuk diperbantukan di empat sekolah di Canberra dan sekitarnya yang mengajarkan bahasa Indonesia.
Program pengadaan tenaga bantu pengajaran bahasa Indonesia itu kini dapat diperluas ke 14 sekolah negeri dan swasta yang ada di ACT.
"Program ini sangat membantu para pelajar Australia meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia mereka dari berinteraksi langsung dengan para penutur asli. Banyak guru Australia yang mengatakan murid-murid mereka menerima dengan baik kehadiran para guru bantu ini di kelas mereka," katanya.
Bagi para tenaga bantu yang umumnya adalah mahasiswa pasca-sarjana Indonesia di Canberra ini juga dapat belajar lebih banyak tentang budaya lokal dan metode pengajaran sekolah-sekolah Australia yang berguna bagi Indonesia kelak setelah mereka kembali, katanya.
Jika sebelumnya sepenuhnya didanai KBRI Canberra, pembiayaan bagi program pengadaan tenaga bantu pengajaran bahasa Indonesia itu kini ditanggung bersama setelah DET dan Kantor Pendidikan Katolik Goulburn menerima suntikan dana pemerintah lewat "Program Nasional Studi dan Bahasa Asia di Sekolah" (NALSSP).
Program NALSSP senilai 62,4 juta dolar Australia itu bertujuan untuk mendukung pengajaran empat bahasa Asia, yakni China, Jepang, Korea, dan Indonesia.
"Saat ini adalah momentum yang menggembirakan bagi studi Indonesia di Australia. Pemerintah negara bagian ACT dan federal pun memberikan dukungan besar. Saya bangga KBRI membantu mempromosikan pengajaran bahasa dan budaya Indonesia di sekolah-sekolah ACT lewat program asisten pengajar ini," katanya.
Kini ada 25 sekolah negeri dan swasta di kota Canberra dan sekitarnya yang mengajarkan bahasa Indonesia.
*) My updated news for ANTARA on May 28, 2009

No comments:
Post a Comment